| Suka Duka Bersama Keluarga (1) |
|
|
|
|
Setelah menempuh separo bumi, akhirnya di suatu pagi di akhir Oktober 2005, pesawat United Airlines yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di bandara international Los Angeles, AS. Perasaan senang, capek, sedih bercampur jadi satu. Senang? Tentu saja, karena itu kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri yang lebih dikenal sebagai negeri adidaya apalagi di LA, salah satu kota besar di AS dan menjadi kiblat perfilman dunia dengan Hollywood-nya. Capek? Wah yang ini tidak perlu diceritakan semua juga tahu. Setelah menempuh perjalanan beribu-ribu kilometer siapa sih yang tidak capek. Sedih? Kenapa sedih? Katanya tadi senang? Tentu saja perasaan sedih juga ada, apalagi setelah masuk kamar hotel terasa sepi sekali. Yang biasanya bersama anak dan istri, mulai saat itu sampai paling tidak dua bulan ke depan akan sendiri.
Tapi bayangan akan kesepian tanpa keluarga berangsur sirna sejalan dengan kesibukan baru sebagai pelajar. Tapi memang, di minggu-minggu awal yang namanya telpon, chating, kirim email, sms merupakan kesibukan sehari-hari. Namun kesibukan inipun berangsur beralih ke kesibukan mengerjakan tugas atau PR dan belajar memasuki minggu kedua.
Setelah sekitar 10 hari tinggal di hotel, akhirnya saya menemukan tempat yang cocok untuk tinggal. Meski masih menjadi roommate orang lain, tapi saya pikir tidak menjadi masalah, toh masih sendiri, keluarga belum datang, begitu pikir saya. Sambil menunggu keluarga datang, saya bisa cari tempat yang cocok untuk keluarga.
Akhirnya saya menemukan tempat tinggal yang cocok kalau keluarga saya nanti datang. Tempat tersebut adalah UCLA Family Housing atau University Village, yaitu tempat tinggal untuk mahasiswa pasca sarjana UCLA yang sudah berkeluarga. Tempat yang didesain untuk hunian keluarga ini memang menjadi idaman tempat tinggal mahasiswa yang sudah berkeluarga.
Fasilitasnya lengkap, ada kolam renang, tempat bermain anak, lapangan basket, aula, sampai tempat untuk kumpul-kumpul sambil bakar ikan atau sate pun ada. Lumayan fasilitas lengkap dengan harga sewa mahasiswa. Tentu saja saya belum bisa pindah karena keluarga belum datang, karena itu syarat utama untuk tinggal di kompleks apartemen ini.
Akhirnya sampailah mereka berdua di LA. Betapa senang hati ini. Suatu hal yang harus saya pikirkan saat itu adalah bagaimana membuat mereka betah.
Kebetulan istri saya biasanya bekerja di Jakarta jadi ibu rumahtangga murni di LA. Anak saya yang waktu itu masih berumur 3 tahun belum bisa dimasukkan sekolah. Karena untuk masuk kelas pre-Kindergarten di sini usianya paling tidak 4 tahun.
Akhirnya di bulan pertama mereka tinggal, setiap minggu saya ajak jalan-jalan di LA dan sekitarnya. Kita mengunjungi beberapa musium, pantai, dan tentu saja Hollywood.
Waktu berjalan, akhirnya istri saya punya kesibukan, meski tidak rutin dia bisa ikut belajar bahasa Inggris di kelas yang diadakan oleh UCLA apartemen maupun di Santa Monica College yang kebetulan tidak jauh dari tempat kami tinggal.
Tidak terasa setahun telah berlalu. Rafi, itulah nama anak saya, sudah waktunya untuk masuk sekolah. Kebetulan kami dapat sekolah buatnya tidak jauh dari tempat tinggal kami. Sekolah yang bernama Clover Ave Elementary School merupakan sekolah pemerintah yang termasuk dalam 10 sekolah terbaik di LA. Sejak September 2006, istri saya mempunyai kesibukan antar-jemput Rafi ke sekolah.
Tidak terasa, September 2007, Rafi sudah naik kelas ke Kindergarten.
(bersambung) |
The AIDS International Training and Research Program (AITRP) began in 1988 as one of the first of a new generation of research training programs sponsored by the Fogarty International Center (FIC) at the National Institutes of Health (NIH). These programs provide training for scientists from institutions in low- and middle-income countries to strengthen HIV-related research and public health capacities at their institutions.






Dua bulan berlalu. Tidak seperti hari minggu biasanya, hari itu saya bangun pagi dan langsung mandi meski cukup dingin karena memang lagi musim dingin. Ini karena saya harus bergegas ke bandara karena dijadwalkan siang harinya pesawat Singapore Airlines yang membawa istri dan anak saya akan mendarat.